If you read my blog you might find absurdities on it, but after that I am sure you will find out that I am a decent human being. So, let make friends! Much love from me, Perempuan Toraja :)
RSS

Jumat, 12 Agustus 2011

Nyesek

Since lately is my nyesek time, I think I deserve a chance to post some menye menye stories, hehe :)


Hhhmmm, where do I start? *sigh* Well, how do I start? *sigh sigh*

Temen deket, temen main, temen cerita, temen mencela, temen gossip, temen makan, temen ketawa, temen curhat, mau resign. Sejak awal saya tahu, begitu pula teman teman yang lain, saat saat seperti ini akan tiba bagi kami masing2, tinggal siapa yang duluan dan siapa yang belakangan, atau mungkin siapa yang berubah pikiran ingin menetap secara permanen. Kebetulan saat ini Tuhan membuka jalan buat sahabat saya satu ini, waktu tau dia interview di sebuah perusahaan bagus, dengan carrier chance, dan remuneration package yang lebih baik, tentu saja saya excited dan mendukung, sampai akhirnya dia bilang (dengan bercanda) "Perpisahan jualah baik adanya" saya langsung rasanya disergap rasa sedih dan sepi luar biasa. Drama? No! Saya puya beberapa temen deket lagi yang lain. Di tempat sekecil ini, kehilangan satu teman dekat itu berasaaaa banget ilangnya. Dengan persahabatan pula lah kami bertahan disini, bekerja dan bermain di tempat ini. Bukan hanya melulu soal gaji dan nama besar perusahaan kami. Anyway, have you heard about our company? Haha, you'll know how "big" we are. 

Hari pertama dengar dia hampir pasti, sedikit lagi, selangkah lagi akan pergi, mata saya bawaannya panas mulu, semacam ada perapian di kantung mata ini kali ya, panas, tau dong mata yang panas akan bermuara kemana? Air mata yang menetes tentu saja. Ah lebay! 2 minggu lagi dia pergi (katanya mah). Baiknya memang air mata dihabiskan disaat2 ini, jadi ketika dia pergi dan pergi, ya pergi, setidaknya masa kritis telah lewat. Mungkin.

Lukman Ginanjar mungkin tidak selalu hadir dalam masa susah dan senang saya, seperti prinsip pertemanan kami "susah liat temen seneng, seneng liat temen susah", tapi saya tahu dia teman dan anak yang baik. Dia pernah mendampingi saya di saat tersulit saya selama saya disini. Kelak ketika dia punya pacar, dan berisitri, saya tahu dia akan jadi pacar dan suami yang baik. Dia adalah karyawan yang baik, juga cerdas, dia akan jadi karyawan dengan karir yang bagus, saya percaya, setidaknya itu adalah bagian dari doa doa saya buat dia.
Tahukah kalian apa yang paling menyesakkan ketika ditinggal orang orang dekat dalam kasus seperti ini? Saya tahu ini semua pasti berlalu, semingu 2 minggu, sebulan, mungkin berasa sedihnya, setelah itu mungkin biasa aja. Akan ada pengganti nya mungkin. Atau akan ada temen baru yang lebih gila dan baik daripada dia, tapi itu semua tidak akan pernah sama. Seberapa hebatnya kamu bilang akan menjaga tali silaturahmi, keadaan hampir pasti tidak akan sama lagi. Kami akan terpisah ribuan mil, dan terpisah lautan. Dia akan sibuk dengan kerjaan barunya, teman barunya, hidup barunya disana. Each life of us will keep moving on.

Farewell, my friend. So long... 
Until we meet again...


Dengan segenap perasaan haru biru dan kelabu (padahal biru dan kelabu adalah 2 warna yang berbeda),


Sambara Serly



Selasa, 02 Agustus 2011

One Step Closer

Tiket udah kebeli yeayyyy....


Jumat 22 Juli, waktu lagi dalam perjalanan ke Balikpapan, mobil ban Kijang Innova yang saya tumpangi bocor. Bllleesssssss...! Pak supir dan seorang instruktur golf di kantor saya yang juga menumpang dimobil bahu membahu mengganti ban mobil. Masa dong ternyata lebih jago ganti ban mobil si instruktur golf aja gitu daripada sang supir. LOL. Lalluuu... saya yang tengah kepanasan di mobil yang mesinnya sedang mati itu (tentu saja!) di jalan yang kiri kanan pemandangannya cuma kebon sawit, saya (akhirnya!) dapat panggilan interview lewat telpon dari New Zealand Immigration, si Ibu Vivi namanya. Tanya2 dikit gitu, saya jawabnya mah santaiii... yakin aja gitu Visa yang nilainya 1 juta rupiah ituuhhh, bakal tetep granted. Cih! kalo gak granted, duitnya angus, saya ogah apply lagi, sementara gak punya liburan plan B.

Senin siang, tanggal 25 Juli, karena lelah menanti kabar kepastian Visa, saya telpon deh New Zealand Immigration nya, bener aja dong, kata si mbak receptionist (dengan judesnya) Passport saya udah boleh diambil! Granted!!
langsung ngebut cari tiket.... karena nguber Jetstar Promo Jakarta-Christchurch via Singapore & Auckland Vice Versa , saya langsung mantengin lagi web nya. Ciisssss!! Harga promo dah abis. Oh iya, tiket promo Jetstar, dengan tujuan New Zealand itu hadir di minggu ke 2/3 bulan July. Harga returnnya bisa dapat 5 jutaan, starting Jakarta. Sampai akhirnya balik ke itinerary awal pake Air Asia, Balikpapan - KL - Christchurch - KL - Balikpapan, lebih cepet, praktis, sama murahnya, eh sedikit lebih mahal sih, dikiiitttt aja, karena udah plus pilih seat, makanan KL-CHC pp, dan bagasi up to 20 kg pp. Lumayan lah ya, kalo pake Jetstar plus2 itu semua tentu saja jatuhnya jadi lebih mahal. Jadinya total semua tiket itu, 6.6 juta, plus tiket pesawat dari Queenstown ke Christchurch 540 ribu, karena malas naik bus, dan ingin liat pemandangan dari atas pesawat, murah yaaa tiketnya? Balikpapan -  Jakarta aja, seringkali lebih mahal dari ini.

Btw, tau Jetstar kan? itu low cost carrier punya nya Qantas, bendera Australia.

Ah ya, kenapa saya post soal cost tiket ini? Karena kalau habis jalan2, pasti ditanya detail soal tiket sama temen2 yang juga mungkin pengen jalan2, ato orang yang emang pengen tau aja berapa budget liburan kesana, ato sering juga, tanya2 karena pengen tau, punya berapa duit sih lo? Hahaha! Crapp!! Dan serius, ini emang benar terjadi. Semoga bulan depan perjalanan lancar. Amin!

Worry less, travel more, enjoy life, forever young :))

Rabu, 20 Juli 2011

A Helping Hand for Christchurch

Pagi ini saya dapat email dari Air New Zealand, judulnya useful information bla bla blaaa...

Saya pikir buat apa lagi? Kan tiketnya udah dibeli, kelar urusan. Mungkinkah perubahan jam penerbangan? Gawat!
Beberapa hari yang lalu saya memang membeli tiket domestik tujuan Queenstown - Christchurch, New Zealand. Nekat, karena harganya murah, 500 ribu saja plus bagasi up to 23 kg. Lumayan. Padahal kepastian Visanya dapat apa gak aja belum. Tiket PP ke NZ nya aja belum dibeli. Haha. Lagi deg2an nunggu panggilan interview nih dari imigrasi NZ di Jakarta.

Anyway, bukan soal keberangkatan yang mau saya ceritain tadi. Jadi isi emailnya justru sebenarnya adalah promosi, alias iklan, alias gak penting. Isinya ada iklan pariwisata which is gak penting2 amat, krn saya udah browsing dan udah tau mau kemana, juga soal rental mobil yg mana adalah mahal penawarannya, lagipula saya juga udah booking rental mobil sejak bulan lalu, dengan cuma separuh harga iklan di email itu. Dengan mobil yg cuma sedikit lebih bagus.
Anyway, (lagi) ada satu iklan yg menarik pikiran saya, juga hati saya "A Helping Hand For Christchurch". Dunia tau, sejak September kemarin serangkaian gempa menghantam NZ khususnya Christchurch. Bangunan tua, cantik, dan penuh sejarah rusak parah, fasilitas umum juga rusak parah, jalanan terbelah dan menyisakan lubang dalam. Bagi orang Indonesia berita serupa bukanlah hal luar biasa. We've been trough the worst, many times before. The whole world know too. Even Aliens in Mars were watching our pain. 

Saya gak tau, karena gak pernah lihat, atau mungkin karena hanya sedikit memperhatikan, atau mungkin kurang publikasi, beberapa bulan atau tahun pasca bencana, apa kita masih dalam tahap recovery atau sudah pulih? Bagaimana hidup mereka, perekonomian mereka setelahnya? Di iklan yang saya terima di email itu isinya, mengajak para passanger Air NZ untuk membantu memulihkan perekonomian mereka melalui, keikut sertaan saya dalam pariwisata di Christchurch dan sekitarnya. Jadi kalo di Negara kita iklan ini kira2nya, merupakan kerjasama BUMN dlm hal ini Air NZ, Kementrian Perekonomian, dan Kementrian Pariwisata. Waahhh luas yahhh? Ini simpel, tapi menarik. Tanpa harus "mengemis" dengan kalimat "Salurkan donasi anda", "Dengan terbang bersama Air NZ anda telah menyumbangkan 1% untuk....". They're not talking about money. Entah mungkin karena identity saya bukan NZ resident makanya saya dikirimi email ini. I am wondering seberapa banyak lini yang dimaksimalkan untuk recovery daerah bencana di negara kita? Aceh? Pantai disana cantik2 loh, eh malah harga pesawat kesana nya mahal! Papua? Siapa tak tau pantai2 di Indonesia Timur itu kan bagus2, laut2nya surga bagi para diver, dan pecinta laut lainnya. Yak, dan tiket kesananya mahal parah! Mungkin akan ada yang berkomentar "Ah itu sih pinter2nya mereka bikin kaliamt iklan aja, intinya sama, sama2 soal duit kok" Iya, mungkin benar. Terus kenapa dong kita gak sekreatif mereka? Eh padahal harga paket pariwisata yang ditawarkan tetep sama loh dengan sebelum bencana. Beberapa malah nurunin harga demi menarik wisatawan. Mengajak orang luar untuk "menyumbang" tanpa membuat mereka merasa "menyumbang" atau malah "harus menyumbang". Sebelum bencana NZ adalah surga pariwisata, and they're still a paradise!

Oh ya, pernah lihat iklan ucapan terima kasih dari kedutaan Jepang untuk Indonesia yg disiarin di TV? Apa pemerintah kita juga melakukan hal yg sama kepada para penyumbang luar negeri apapun bentuknya sumbangannya, berapapun besar sumbangannya, meskipun itu berarti kita berutang? Iklan dari Kedutaan Jepang itu, terdengar tulus dan rendah hati sekali. Yes, I do love it! Kalau ditinjau dari segi komunikasi, pesannya nyampe, dan nendang banget! At least buat saya, ya, saya memang tersentuh dengan iklan itu. Negara itu kuat, sama2 negara rawan bencana macam kita, tapi mereka bilang mereka belajar dari Indonesia,  padahal kalau dibandingin mereka lebih tangguh dlm penanganan bencana, lebih sigap, dan lebih cepat recoverynya. Kita perlu belajar, banyak belajar, akui saja, kerendahan hati, upaya keras bangkit pasca bencana, dimulai dari diri sendiri, maksimalkan apa yg ada, gak selamanya orang memberi, awalnya turut sedih, prihatin, lama2 karena kasihan, lalu mereka lupa. Ya contohnya juga dalam kehidupan sehari-hari teman kan gak selalu ada dalam segala hal, meskipun secara fisik mereka di sekitar kita. Kita harus kuat! (nngggg... tedengar seperti iklan susu)

Eh maaf ya, setelah 1 semester absen posting, dateng2 ngepost cerita yg serius gini, haha! Doakan saja minggu ini Visa saya granted, Tuhan melapangkan rencana saya, dan saya akan menceritakan perjalanan saya ke South Island NZ. Tempat impian saya :)

Ciaaoooo!

Selasa, 11 Januari 2011

Message From God.

The Lord had said to Abram, “Get out of your country, from your family and from your father’s house, to a land that I will show you.” — Genesis 12:1 


I just opened my "Our Daily Bread" page on my computer, and there was a message that sounds really said to me. Then I paused, and whispered... Is this what Lord want me to do? Is this a sign?
Then I closed my eyes, tried to say some pray, but all I can say is, "Show me Your way, Lord. For I am blind and lost. For I am weak and starving for mercy."

This year I do not want the time passes me again like yesteryear...

Jumat, 07 Januari 2011

RESOLUSI 2011

Ini adalah postingan saya yang ke tiga hari ini. Entah kerasukan ilham baik apa saya ini. Seminggu setelah liburan, seminggu menjalani minggu pertama di 2011 rasanya masih suasana leyeh2, saya malas nya luar biasa, padahal susah payah saya meyakinkan diri saya tanggal 3 Januari kemarin adalah my first day of hard work di 2011. Oh memanglah lidah tak bertulang... gampang bilangnya, ngelakuinnya kapan2 aja. Kebiasaan!

Sampai hari ini saya belum pernah mengucapkan apalagi menuliskan Resolusi saya di tahun 2011 ini. Rasa2nya ini adalah tindakan salah, karena berarti saya memikirkannya saja sudah malas. Hihihi. Padahal menurut nasehat dari buku The Secret yang famous beberapa tahun lalu itu, kalau ingin sesuatu rajin2lah mengucapkannya, membicarakan tentang hal itu, tulislah pada daftar keinginan, kalau punya gambar atau posternya kalau perlu tempel di meja kerja, langit2 kamar tidur, meja belajar, dan tempat dimana kita bisa sering liat dan ingat, mungkin maksudnya supaya motivasi untuk mewujudkannya gitu. You gotta work to make things work!


Tapi detik ini saya putuskan untuk menuliskan keinginan saya :


1. Desember kemarin saya pertama kali pasang braces alias kawat gigi, akhirnya saya berani juga, saya sudah lama menabung untuk ini, tapi nyali gak kekumpul2, jadinya duitnya kepake mulu deh. Heran, ini kok lebih menakutkan daripada bungy jumping. Intinya, tahun ini saya ingin sudah ada perubahan, saya ingin punya senyum semanis Donna Harun, atau Lola Amaria.... *trrriiiinnnnnggggggg


2. Saya sudah bosan punya rambut pendek dan acak2 an, tidak halus, dan kampungan. Hahaha. Tahun ini saya ingin panjangin rambut dan ganti penampilan pemandangan di kepala saya ini. Kali aja bawa hoki mendatangkan jodoh. Kasihannnnnnn.


3. Saya ingin bisa BERENANG!! Sebagai pencinta pantai, danau, dan laut,betapa memalukannya saya ini gak bisa berenang. Dan investasi berenang pertama saya adalah kaca mata renang merk Speedo warna biru yang saya beli dengan harga 299.000 Rupiah. *Pamer


4. Saya harus menyempatkan waktu mengurus dokumen2 penting, ID card Balikpapan dan Driving License untuk mengendarai mobil. Ya, sudah tahun ke tiga saya menyetir tanpa license. Parah dah ah!


5. Saya ingin travelling ke New Zealand!! Seminggu setelah kepulangan saya dari libur akhir tahun, seminggu pula saya sudah masuk kerja, yang saya kerjakan cuma browsing soal liburan ke NZ. Bener2 makan gaji buta dah ah. Sampai akhirnya saya stop browsing setelah merasa "cukup". Karena makin di rasa terlalu banyak tahu akan mengakibatkan berkurangnya excitement akibat merasa sudah cukup mengenal sebuah tempat, melalui informasi data dan gambar, baik audio maupun visual, sehingga lama2 bisa gak jadi berangkat, karena seolah udah pernah kesana. Haha, Konyol? Tapi itu terbukti pada saya. Desember kemarin saya batal ke HongKong-Macau, riset yang terlalu mendalam mengakibatkan rasa penasaran saya berkurang. Hingga pada suatu sore, tiket sudah saya booking, tibalah saatnya saya membayar melalui ATM, karena menurut situsnya boleh bayar lewat ATM. Tiba2 jaringan offline, begitu juga keesokan harinya, saya coba transfer tapi gak masuk2. Hari ke tiga ke empat, dan seterusnya saya mulai malas untuk booking ulang tiket, plus harganya udah naik 200an ribu, enggak seberapa sih kalau emang mau pergi beneran. Tapi saya merasa keinginan saya untuk pergi makin jam makin berkurang ( lebih banget dah ah ). Sampai akhirnya ada kawan yang baru saja pulang dari HK-Macau awal Desember, lalu saya liat poto2nya, bener saja, saya makin enggak tertarik ke sana. Dan sampai saat ini saya gak nyesel gak jadi ke sana, malah merasa untung, bisa save money, dan bisa punya waktu lebih banyak untuk stay di Toraja bersama keluarga. Mungkin ini udah petunjuk dari Tuhan. Hehehe. Ya, saya ingin sampai ke NZ, menikmati musim semi di sana, dimana negara itu akan jadi sangat cantik ketika musim semi. :)


6. Kalau memungkinkan saya ingin punya pekerjaan baru tahun ini. Tapi saya ingin berhenti mengeluh dulu soal pekerjaan saya yang sekarang. Mengeluh hanya membuang energi dan membuat saya selalu merasa kurang. Maaf ya Tuhan :(


7. Kalau memungkinkan, saya ingin punya hubungan yang serius dengan seorang pria. Iiihhiiiyyyy... suiiittt ssuuiiitttt... Iya, saya dekat dengan seorang pria tapi masih gak tau, mau dibawa kemana kedekatan ini, halaggghhhhh ngemeng ginian, mending sign off dan tidur aja dah yak. hihihihihiiii...




Udahan ye, selamat berjuang mewujudkan semua keinginan kalian di tahun ini. Ingatlah, A dream must be beyond your reach, so you gotta work to reach it. Selamat bermimpi dan bekerja :)


Signing off,


Celi si Perempuan Toraja

Derawan for the second time

Libur tahun baru menyambut 2011 kemarin saya dan teman teman berangkat ke Derawan atas tawaran saya sejak tiga bulan yang lalu. Bagi saya pribadi ini adalah kunjungan ke dua ke Derawan. Sama sekali enggak merubah ekspektasi saya tentang Derawan, sama sekali tidak merubah pendapat saya tentang Derawan. Udah datang kedua kalipun bagi saya kepulauan ini tetaplah cantik. Kali ini lebih spesial malah, didatangi bersama para sahabat dalam moment tutup tahun. Saya tiba di Tarakan tanggal 29, penerbangan dari Makassar, transit Palu dan Balikpapan, ah perjalanan yang membosankan. Belum lagi 8 jam sebelumnya saya berangkat dari Toraja ke Makassar via bus, tapi sekarang bus di Toraja canggih2, jadi betah banget dah. Seatnya besar2 dan gendut, selimutnya pink! Bus nya colorful dan cerah ceria, seumur2 saya naik bus Bus dari dan ke Toraja yang paling bagus, setelah itu bus antar kota di Thailand. Tiba di Tarakan saya sowan dulu sama Indo' dan Ambek di Tarakan juga pada saudara2 dan sepupu2 yang tinggal dirumah. Heran? Memang, saya punya 2 pasang Indo' dan Ambek, yang di Tarakan adalah yang telah membesarkan saya. Yang di Toraja adalah orantua kandung saya, tapi rasa cinta saya sama besarnya kepada mereka berempat.

Kali ini rona Derawan berbeda dengan kunjungan pertama saya, warna air berbeda, mungkin pengaruh iklim dan cuaca, ketinggian air dan gelombang. Yang mana... tetap tidak mempengaruhi kecantikannya. 














Perempuan Toraja Pulang Kampung a.k.a Selamat Natal dan Tahun Baru 2011

Hyak! 
Natal sudah berlalu dua minggu yang lalu, dan sekarang sudah tanggal 7 Januari di tahun 2011. Natal adalah mudik wajib ketemu Indo' dan Ambek ( baca: Ibu dan Ayah ) di Toraja, karena sejak pensiun lima tahun lalu mereka memutuskan untuk pulang ke kampung halaman mereka, dan menetap di Rantepao. Saya sendiri dan ketiga kakak saya lahir dan besar di Kalimantan Timur, tidak satu pun dari kami yang berencana untuk tinggal dan menetap secara permanen di Toraja, mungkin belum dapet feel nya, padahal tempat ini menyenangkan kok, hanya saja, bagi saya tempat ini terlalu melankolis. Hahaha. Pemandangan bukit dan pegunungan yang tertutup awan atau kabut, hawa dingin, seringkali sinar matahari tak cukup terang bagi saya untuk duduk2 di tepi bukit dan memandangi sawah2 dan perbukitan. Seusia saya yang masih suka hingar bingar kumpul2 bersama teman, ke mall, gedung2 besar, kota ramai, dan satu lagi Toraja gak ada pantai. Intinya mah yak, saya belum siap settle down di tempat melankolis ini. Bisa2 kerjaan saya hanya duduk2 di tepi duduk atau dari lantai atas atau atap rumah saya hanya untuk melihat2 bukit sambil mendengarkan lagu2 cengeng seharian. Haeesshhh!! Saya suka Toraja, setiap kali Natal itu saat berkumpul keluarga, kakak2 saya yang perempuan yang udah beranak pinak itu datang bersama anak dan suami, rumah Ambek tidaklah besar, hanya ruko tiga lantai, itupun lantai paling atas adalah lantai dadakan yg disulap dan bikin tiga kamar tidak permanen, alias triplek, kalo siang panas, karena gak pake AC dan dekat atap seng, lagipula toraja kan memang sebenernya dingin, Ambek pikir, we do not need AC. Puji Tuhan, pembangunan ruko si Ambek lancar, kalau Tuhan buka jalan, tahun depan kami akan merayakan Natal di ruko baru, lebih besar dan lebih banyak kamar. Bagusnya lagi pemandangannya lebih bagus, bangunan lebih tinggi jadi pemandangan tidak terhalang atap2 rumah tetangga. Yang lebih penting bisa menampung lebih banyak saudara. The more the merrier ,eh?


Oh iya, sebelum benar benar terlambat


Selamat Natal dan Tahun Baru 2011!! Semoga masih bisa berjumpa dengan Natal 2011. AMIN.


I will not put too much expectation in this 2011, I will let it surprises me. All I am going to do is to save more money, to travel more :). 2010 has kissed me away recklessly, but I am doing fine, I learned my lesson well I guess, I bet I will be fine :).








Sabtu, 18 Desember 2010

See you in 2011

I'll be taking my days off in two days for two weeks. I'll be in touch with these office things in January 3rd, 2011.
I am hoping this leave will bring me to the new me when I get back. Not the whole new me, I like some part of me, no, most part of me. I just need to recognize my own reflection way better. 2010 has brought me here, not much achievement. Need to fix things up here and there, trying to get what I deserve, forgiving and let go of things.

Its seven days before Christmas, I wish something nice would happen anytime soon around Christmas time. I think I've been getting along so well with my life this last 12 months, less tears, more happy, laugh often. That is too bad I am still holding on to something that doesn't worth my time, burdened by something that killing me slowly inside without me realizing. Forgive and forget, let it go. 

Leaving 2010 with heart broken, oh please, like I never felt this way before. I learned my lesson well, I guess. I promise my self for more laugh, lesser tears, and be happy in the upcoming 2011. Work harder, hope even higher, drag out my self from madness, hatred, and grief. Its time to gather with family, and trying to search again the forgotten Lord. I'll be okay in 2011, we will get along even better, Life!

Rabu, 15 Desember 2010

Yak, saya emang bukan orang yang ramah.

Sometimes I am an asshole, but I am a good friend ( for my friend ), I am a bitch, but I am also a good lover ( ask my ex ) its just sometimes. And I think so does everybody.
Saya cuma bisa basa basi seadanya, I am suck at basa basi. Kalo gak mood saya diam terkadang judes, I am a straight talking person. Kalau tiba saatnya saya harus berbasa basi entah mengapa saya merasa gak nyaman, dan bersalah karena merasa telah melakukan kebohongan. Sometimes I pretended enjoy the conversation, but I didn't. And people always can tell, my face just can't lie, I can't control my words. Seringkali terdengar judes dan tidak bersahabat. Ketika marah saya pastikan orang itu tau, karena saya merasa rugi kalo orangnya gak tau, hahaha. Buang energi tauk! Begitu pula ketika jatuh cinta, obvious banget. I am an all out person, when I say I love you, I mean it. I say what I mean, and I mean what I say. So, make sure orang itu juga ngerasain apa yang saya rasain.

Saya gak pernah buang waktu membuat orang yang gak suka sama saya, untuk bisa menyukai saya, kecuali emang saya yang salah. Kalau orang tidak menyukai saya karena alasan yang mereka ciptakan sendiri, padahal saya tidak pernah merasa melukai perasaan orang, ya biarkan saja. Yang saya tanamkan dalam diri saya adalah bahwa I can not please everyone, can not satisfied every soul. So what? Is that make me a bad person? Find a better reason. There just somethings that people say, people love to talk. So I will give them show to watch, stories to share with others. Because sometimes I do the same. We're even :)

But, if it comes to the time for being real, oh yes, you really can count on me! As I count correctly, I have plenty of friends, a good friends indeed. I don't wanna go wasting my time, finding out which one among them are real or not, only time would tell. Saya bukan pendendam, saya mengungkapkan perasaan, setelah itu, done! Saya berusaha sebisa mungkin untuk memaafkan, kecuali untuk satu hal, nngggg.... lupakan saja. Hey, saya juga manusia biasa kan? Boleh lah tidak memaafkan satu hal.

Menjadi sportif, itu penting, salah ya minta maaf. Kalau sudah maafin, gak boleh diungkit lagi. Menjadi teman yang baik, supportif, bisa diandalakan, setia kawan, itu sangat penting. That is why I love my friends. Kebanyakan dari sahabat-sahabat saya, adalah sahabat sejak dulu kala. We get along so well. Anyway, I've been trying to be a more friendly person, or almost friendly person, without being someone else. Apa intinya sih saya ngepost ini? Apa pentingnya buat yang baca? Mungkin enggak ada buat orang lain, tapi buat saya penting, supaya saya ingat terus bagaimana kekurangan saya ini, supaya saya berkaca, ketika saya bilang orang lain itu gak selalu benar, ternyata begitu pula saya. Dan kita semua begitu, saya pikir. Kalau ada yang bilang saya gak ramah, mungkin mereka benar, ada benarnya. Supaya saya bisa belajar lebih ramah (tanpa banyak basa basi tentunya).

Kamis, 09 Desember 2010

Road To Remember

Bukan cerita serius, yang pasti nyata.Bukan juga curhat menye-menye bak ABABIL, yang tengah jatuh cinta atau patah hati (seperti yang biasa saya lakukan)

Saya cuma tiba-tiba ingat tentang perjalanan saya bersama teman jalan saya setahun yang lalu di Thailand. Ada satu bagian dari perjalanan kami itu dimana tak banyak dari teman2 saya, yang saya ceritain tentang perjalanan saya, tahu tentang bagian yang satu ini. Bahkan kalau keluarga saya tahu, saya mungkin tak aka di relakan lagi pergi berjalan2, yang juntrungannya gak jelas seperti kemarin ( setidaknya itu anggapan mereka ).


Ini bukan cerita aib. We were not misbehave. We were just miscalculating the time.
Pagi itu kami pergi muter2 Phuket, jadwal kami selanjutnya adalah jam 1 siang akan dijemput oleh travel agent ke terminal bus di kota sebelah untuk melanjutkan perjalanan ke Bangkok. Ya, kami dengan gagahnya memutuskan mengambil jalan darat dari Phuket ke Bangkok, yang jaraknya jauh itu, sekitar 14 - 16 jam naik bus, kalau saya gak salah hitung (lagi). Padahal kalau naik pesawat saja ongkosnya cuma lebih mahal 200 ribu, dan gak sampai 1 jam udah sampai di Bangkok, kalau saya (lagi2) gak salah hitung. Setelah lelah mutar2 Phuket, kami kelaparan lalu kami ke mall beli makan dan roti buat bekal di bus, plus shopping2 gak penting. Jelas saja, kami tertinggal! Agent kami sudah menjemput di hotel, tapi kami tak kunjung nampak. Setelah sadar tertinggal, kami menghampiri agent kami yg counternya di pinggir jalan dekat hotel, dan kami pun dimarahin, dannn... tiket kami hangus, jadi harus beli tiket, udah semahal tiket pesawat aja. Dan kami tetep memutuskan jalan darat. Gambaran situasi kali itu, bingung, siang terik panas, muka jutek si agent. Tapi ajaibnya kami berdua baik2 saja, tak masalah kalau harus membayar lagi, suasana hati kami berdua tenang, tanpa kesal satu sama lain, karena yang satu lebih lamban dari yang satunya. Tidak saling menyalahkan, kami santai (meski sedikit bingung) menikmati kebodohan kami, tetap bercanda dan ketawa2 seperti biasa. Karena dalam bayangan saya, yang kira2 akan terjadi adalah satu diantara kami akan mulai jutek dan kesal, menunjukkan indikasi menyalahkan yang satunya, dan nyolot, entah sama agent atau malah sama teman sendiri. But we were totally okay :)


Akhirnya, kami di drop di Phuket town, untuk menunggu bus kami di pinggir jalan yang akan membawa kami keluar kota, entah kota apa namanya untuk kemudian berganti bus menuju Bangkok, tentu saja kami membayar lagi biaya tambahan buat bayar si supir ini, dan sekarang ongkosnya udah lebih mahal daripada naik pesawat. Datanglah bus kami, bus antar kota biasa, seperti di Indonesia, hanya saja banyak bule nya. Start jam 3 sore, mungkin rada lewat dikit, dan tiba lah kami pukul 9 malam di "I-Dont-Know-What-City-Is-This". Kondisi waktu itu gelap, sepi, hujan, horor! Entah kota macam apa ini, sepi, kotanya tidak juga kecil, ruas jalan nya juga besar, 2 jalur lebar2, di sisi2 jalan berjejer ruko, yang sepi pengunjung, pencahayaan minim. Tipikal sepanjang jalan di Thailand, tiap beberapa meter, dipajang lah bak billboard, Poto the  royal family, diberi pelataran, dupa2, kembang2. Poto si nenek, si raja, si ratu, si puteri, si anu si itu. Di dominasi warna emas, justru poto2 ini yang menurut saya bikin suasana kota terkesan kaku, galak, tua, angker, old school, dan tentu saja horor! gak seru lah pokoknya mah,  menurut saya sih. 


Kami diberhentikan di pinggir jalan, tadinya saya pikir akan di terminal bus, pada pukul 9 malam. Abang2 bus cuma teriak "Bangkok... Bangkokkk..!", saya emang buta arah, tapi saya tau kami masih jauh dari Bangkok, karena kami seharusnya tiba subuh di Bangkok. Dan kota ini bukan Bangkok banget, saya sok tau karena gak sama seperti Bangkok yang ada di tipi2. Melihat raut wajah saya yang sempat panik, saya tau teman saya ini juga ketakutan kami bakal nyasar, salah bus, atau malah sudah ketipu! Yang bikin agak tenang ternyata beberapa bule yang bersama kami berangkat dari Phuket Town juga ikut turun, akhirnya saya tanya, dan ternyata tujuannya juga ke Bangkok. Begitu turun dari bus, serta merta ada Tuk-Tuk yang menghampiri, seolah2 dia adalah utusan untuk menjemput kami dan juga para bule2 ini. saya menyaksikan si bule berdebat dengan si supir, karena tidak bersedia membayar ongkos, karena menurutnya tiket yang mereka beli di agent adalah sudah jumlah total sampai ke Bangkok. Entahlah kami sih ikut saja, paling tidak saat ini kami berdua merasa lebih aman. Naiklah kami ke Tuk-Tuk dan tentu saja tetap harus membayar, bersama ke empat bule2 pria yang muda dan tentu saja ganteng (gak ngaruh). Tuk-Tuk yang berasa bemo ini, ya mungkin kakaknya bemo, di penuhi oleh backpack2 kami, ketahuan sudah kami emang isinya turis2 backpacker yang low budget, meski begitu kami masih menolak naik pesawat yang ongkosnya murah loh, entah bodoh atau sombong kami ini. 

Tuk-Tuk mulai menyebrangi jalan besar, masuk ke jalan yang mulai menyempit, satu jalur, diantara ruko2 yang sudah tutup, gelap, jarang penduduk lalu lalang, heran! Lalu terus jalan lagi ke daerah yang jarak antar bangunan makin berjauhan, makin sepi, makin gelap (what the fak?!). Saya mulai ketakutan, tapi sebisa mungkin tidak menunjukkan ke teman saya, dalam perjalanan ini, dia mempercayakan sama saya, jangan sampai saya dikira tour partner yang enggak credible, dia diam, saya tau dia cemas (banget), saya akhirnya tanya lagi ke si bule "Where are we going?", si bule cuma mengangkat bahu "I don't know", tapi mereka tenang2 saja. Dan Tuk-Tuk lalu memasuki jalan setapak, aspal rada bolong2, geradakan, di sisi kanan, ada sawah (apa2an ?!?!?), sisi kiri pohon2 rindang, seolah hutan. Kami ini sebenernya mau ke terminal bus, atau mau ke markas human traficcking?? But I remained silence. Berdoa yang kenceng, dan yakin kami tidak tertipu, tersesat, apalagi akan di jual! Tuk-Tuk kembali ke jalan yang benar! beraspal rata, lebih terang, dan lebih ramai, turun seorang kawan bule di Tuk-Tuk kami yang autis itu, di depan sebuah rumah yang halamannya banyak bule2 gembel (seperti kami) dengan backpack2 berserakan, sungguh bukan tampilan sebuah terminal bus, mungkin rumah bordir atau markas apalah. Pemberhentian kami tidak sama dengan si bule autis itu, kata si supir. lalu Tuk-Tuk kembali ke jalan yang salah lagi!! Masuk ke jalan setapak, seperti pemandangan sebelumnya, pohon kelapa, semak2, dan... tetretettt... sisa penumpang diturunkan di depan sebuah rumah tua, remang-remang, tetangga gak ada, eh ini bukan rumah, tapi warung, halamannya juga banyak bule2 turis dengan tumpukan backpack di bagian tengah dari halaman rumah, ahhh... jadi disinilah kami akan lalu di perjual belikan, plakkkk!! Tentu saja tidak, disinilah kami akan lalu menunggu bus yang akan membawa kami ke Bangkok, AMAN! 


Menumpang bus double deck, berwarna pink, seat berwarna pink, selimut berwarna pink, duduk di deck atas, sambil nonton tipi bersama, film perang Amerika. Sungguh bus ini gak ada di negara kita. Meski norak, tapi bersih dan ciamik, yang penting sepanjang jalan kami tetap hangat. Tak banyak yang bisa disaksikan sepanjang jalan hingga tiba di Bangkok pukul 5 subuh lewat dikit. Tak ada pemandangan luar biasa, sebelum terlelap di bus karena udah nyaris tengah malam, kami mengobrol, kami letih, tapi kami senang, lalu kami membahas tentang perjalanan horor tadi, dan kami mengakui kami memang ketakutan (sama aja!), sebelum tertidur saya cuma ingat, perjalanan ini mungkin adalah bagian terbaik dari seluruh rangkaian perjalanan liburan saya kali itu. Muterin KL bolak balik, ke Singapore, dan berakhir di Bandung. Benar saja, terlepas dari betapa indahnya pantai Phuket, dan bagusnya Bangkok, atau bandara2 yang besar2 itu, bagian ini lah yang paling berkesan buat saya. Kami bisa saja naik pesawat, tapi bagi saya perjalan satu malam itu luar biasa, dan gak rugi. I love the way it thrilled me! Seru pokoknya mah.


Dan inilah foto pemandangan sepanjang perjalanan sebelum sampai ke "I-Dont-Know-What-City-Is-This" .

P.S : Gak sempat ambil poto waktu tiba di kota horor itu, gak kepikiran. Maklum sedang dalam kondisi cemas. Hahaha.





Pemandangan gak asing banget
Berasa Perjalanan Ke Tana Toraja
Tiket Bus























Berasa Di Kalimantan








Jumat, 19 November 2010

Beasiswa Master Program ke Amerika / FULBRIGHT

FULBRIGHT MASTER’S DEGREE PROGRAM

Preference will be given to applicants who serve as faculty members of state and private institutions of higher education in Indonesia. Applicants will possess:
  • a Bachelor (S1) degree with a minimum GPA of 3.0 (4.00 scale)
  • leadership qualities
  • a good understanding of Indonesian and international cultures 
  • demonstrated commitment to the chosen field of study
  • a willingness to return to Indonesia upon completion of the Fulbright program
  • a minimum institutional TOEFL score of 550 or IELTS score of 6.0
DISCIPLINES

All disciplines and fields of study are eligible for a Fulbright award. The fields of study covered by the Fulbright scholarship program in the past were limited to the Social Sciences and Humanities.  Since 2004, however, the policy has been changed to include also other disciplines with the exception of fields related to patient care or medical training nor to continue their study at medical school.

HOW TO APPLY

Candidates should complete the appropriate application forms. Forms are available either by mail or in person at the AMINEF Office, Gedung Balai Pustaka, 6th floor, Jl. Gunung Sahari Raya 4, Jakarta 10720.

Please return to AMINEF your complete application package by the application deadline that includes:
  • Completed application form. This includes a clearly written and concise study objective.
  • Copy of your most recent, less than two years old, institutional TOEFL or IELTS score report.
  • One letter of reference, either from your current employer or previous lecturer.
  • Copy of academic transcript (English translation).
  • Copy of identity document (KTP or passport).
CONTACT INFORMATION
Specific questions regarding the application process may be addressed via e-mail to the following address: infofulbright_ind@aminef.or.id. We do not accept email applications. Hard copies must be sent or delivered to American Indonesian Exchange Foundation.
DEADLINE
The deadline for the submission of application materials for all programs is April 15, 2011.

Note: Program requirements are subject to change without notice. 


The form can be downloaded here:

To download form click here

Dan Aku Selalu Benar

Dulu, aku marah karena aku tidak mengerti.
Dulu, aku marah karena orang lain malah balik marah karena aku marah2 duluan karena ketidak mengertianku.
Dulu, aku marah balik kepada orang yang marah padaku karena ketidak mengertianku, karena menurutku dia seharusnya membuat aku mengerti, bukannya malah balik marah sama aku.
Dulu, pokoknya aku marah! Orang lain salah. 
Dulu, pokoknya aku berhak marah, orang lain gak usah balik marah. ( hhhuuuuuwwwww )

Sekarang aku paham, itu cuma buang energi, buang waktu.

Blah!

Selasa, 16 November 2010

Ternyata Cinta by PADI




Ingin sungguh aku bicara
Satu kali saja
Sebagai ungkapan kata... perasaanku padamu

Telah cukup lama kudiam...
didalam keheningan ini
Kubekukan di bibirku
Tak berdayanya tubuhku

Dan ternyata cinta yang menguatkan aku
Dan ternyata cinta... (tulus mendekap jiwaku)

Kau yang sungguh selalu setia
Menemani kesepianku
Menjaga lelap tidurku
Membasuhku setulusnya

Merekahnya fajar hatiku
Menghangatkan luruhku
Dan resapkan keharuman
Engkau yang mencintaiku

-----------------------------------------------

Lagu ini mengingatkanku bagaimana rasanya ketika bener2 cinta ama seseorang walau apapun yang terjadi dan bagaimanapun orang itu. Hadeuhhhh... penting nih!!

Rabu, 20 Oktober 2010

Nyesek adalah...

Nyesek adalah...

- Ketika ditinggalin gitu aja tanpa alasan. Dilupakan begitu saja, seolah gak ada apa2. Ketika seseorang tiba2 masuk dalam hidupmu, melakukan hal2 yang membuatmu jatuh cinta, lalu tanpa alasan yg tak cukup bisa dimengerti memutuskan meninggalkamu begitu saja. Feels like I wanna put U between F and C followed with  K!
- Ketika gak bisa dapat score TOEFL yang diinginkan gara2 ngantuk berat, dan tak mampu menjawab soal2 secara lengkap, padahal udah cukup belajar.
- Ketika  mantan menikah mendahului saya. Karena dulu saya pernah bilang ke dia waktu putus "if we break up at least I'm the one who get the new one first, or if I am not at least I'm the one who get married first, or if I'm not (again) let me die first!!" Hahaha... Karena sekarang mantan saya bahkan sedang menanti kelahiran anak pertamanya. DANG! Gak nyesek2 gimana juga sih, lagian umur kami terpaut jauh, and I am so over him juga gitu.

Nyesek adalah...


- Ketika kawan2 sepertinya udah berada dalam kemapanan jejak karir. Bekerja sesuai dengan cita2 masing.
- Ketika satu persatu sahabat dekat mulai mendapatkan kejelasan tentang siapa kira2 bakal pendamping hidup mereka, atau yang paling nyesek adalah ketika akhirnya mereka satu persatu menikah mendahului saya, meninggalkan saya dalam kegirangan masa lajang dengan ketidak jelasan siapakah bakal pendamping hidup saya kelak. Bah!


Nyesek adalah...


- When you love someone who is not love you back! *tears
- Ketika pacar selingkuh, ohmaidog! This is so common yahhh...
- Ketika orang lain menjadikan musibah yang kamu hadapi sebagai bahan lelucon dan tertawa di depanmu. Seriously, langsung pengen bikin tu orang gak punya gigi lagi.
- Ketika kamu tertimpa musibah perbuatan yg tidak menyenangkan dari orang lain, tapi harus bersabar bertemu dengan orang itu setiap hari. Bagian yang paling menyesakkan adalah pada saat setiap kali berdoa memohon kekuatan untuk mengampuni orang itu, karena itu tidaklah mudah.
- Ketika harus bekerja seven to seven setiap hari...

Tapi ketika saya bersama para sahabat dan melihat kesesakan mereka...

- Ketika sahabat saya baru saja ditinggalkan suami tercinta karena panggilan Yang Kuasa, pada usia pernikahan yg masih seumur jagung (dalam hitungan sebener2nya usia tanaman jagung)
- Ketika sahabat saya tertimpa masalah yang membuatnya tak lagi bisa melanjutkan studinya, sementara masa muda kami habiskan beberapa tahun di bangku kuliah
- Ketika pernikahan sahabat saya tak sesuai impiannya
- Atau ketika sahabat saya pun sama halnya mengalami patah hati seperti saya 
- Atau ketika sahabat saya kehilangan ibundanya diusia kami yg masih cukup belia ketika itu....


Ya Allah Gusti.... Who am I to complain?? Ya kok rasanya lebay banget kalo saya bilang saya "capek". Ya kok rasanya gak tau syukur banget saya ini. Ya kok rasanya saya ini cemen binti lemah lebay ?
Maafin ya Tuhan... Maaf banget...


Lagian kenapa sih harus liat kesesakan orang lain dulu baru sadar betapa beruntungnya kita, atau seberapa beruntungkah kita? Bagaimana dengan, apapun yang terjadi tetaplah bersyukur? Rasanya gak adil membandingkan kesesakan kita dengan orang lain, apalagi kalo orang lain lebih gak beruntung daripada kita. Maka itu saya berusaha keras menjadikan itu sebagai peringatan bersyukur.


Maaf ya Tuhan...

Jumat, 17 September 2010

Derawan For Vacation

Heeyyyy....

Saya baru pulang liburan 5 hari yang lalu. Sebuah kepulauan di Kalimantan Timur, DERAWAN. Akh kenapa tak terpikir sejak dulu mengunjungi tempat ini, benar2 tujuan liburan yang memuaskan. I get more understanding that the world is just AWESOME! No, God is GREAT!!

Coba lihat saja foto2nya yah, kurang menarik? nanti saya tambah, apa mungkin saya nya yg kurang menarik di foto itu. Haha. Enjoy!








  

Rabu, 18 Agustus 2010

Farewell, Boss...

Hari ini Presiden Direktur PT. X Joyo Royo akan meninggalkan site, kembali ke negaranya karena alasan kesehatan. Saya juga belum tau akan bagaimana struktur management di perusahaan ini selanjutnya. Atau mungkin tetap seperti biasa. Tak banyak hal terbuka di tempat ini yang bisa menjawab penasaran saya. Dalam banyak hal juga banyak karyawan yg merasa dirugikan dengan ketertutupan pada hal2 krusial. Ah sudahlah, hari ini saya sedih Boss saya akan pulang kampung, padahal masih ada bos saya yang satu lagi. Beliau itu bijaksana, baik, ramah, berwibawa, pokoknya semua yang kualitas seorang President Director harus punya, dia punya. Mungkin kepergian beliau akan menyisakan sedikit kabar baik bagi saya, salah satunya jadwal cuti yang sekarang MUNGKIN akan lebih bisa fleksibel ( yiiihhhaaa....!!! ). Sebelumnya Presiden Direktur saya tak pernah merelakan saya ambil cuti kalau beliau ada dikantor termasuk hari Natal. Kemarin saya hanya dikasi cuti 3 hari cuti dari Batu Kajang - Tana Toraja. *d'oh

Untuk sementara, saya akan sepenuhnya mengabdi pada bos 02 saya. Beliau juga baik, meskipun lebih galak. Mereka semua baik kok, karena saya sudah kebal. Hahahaha.

Tadi Beliau memanggil saya, berpamitan secara pribadi, saya menjadi begitu emosionalnya sehingga saya hanya menunduk, 5 menit lagi saja saya berada diruangan itu, pastilah saya akan benar2 menangis. Saya ingin sekali bilang "Sir, I am not sad that you are leaving, I am sad because you are not well, you are not okay", tapi rasanya tenggorokan saya tercekat, kalau saya bilang pasti sambil berurai air mata... aarrgghhh! I was just speechless :'( . Iya beliau sakit, sehingga harus mengikuti perawatan medis di Seoul, sekaligus kembali ke tengah2 keluarganya. Pergantian President Director dalam kurun yg relative singkat adalah hal biasa di tempat ini, tapi kepergian beliau karena kondisi kesehatan sangat saya sayangkan.

Semoga Bapak Lee Chan Eui sehat dan bahagia di Seoul, dalam perawatan dan kasih sayang keluarga tercinta dan para dokter yang kompeten.

Until we meet again, Sir. You're great!

Selasa, 17 Agustus 2010

Selamat Ulang Tahun NKRI!

Selamat Ulang Tahun NKRI!

Ini usiamu yang ke 65. Aku ingin sekali bicara pada presidenmu, kenapa dia suka sekali curhat? harusnya dia lebih kuat dari kami. Aku si tukang curhat pun masih kalah sama dia. Aku ingin sekali bertanya padanya bagaimana rasanya memimpin sebuah negara besar (gunakan ukuran meter), yang didalamnya berisi terlalu banyak ragam? Kekuasaan kah? Atau benar terbeban untuk melayani bangsa dan negara? Aku ingin bicara dengannya, kenapa harus turut serta menyeret kami rakyat yang memang sudah banyak pikiran ini, utuk turut cemas oleh masalah yang harusnya dia bisa tangani sebagai konsekuensi menjadi seorang pemimpin negara, yang bahkan nekat mencalonkan diri diperiode berikutnya? Buat apa? Kadang2 kami sudah dibuat pusing oleh media soal banyaknya kasus yang berputar2, skenario heroik seolah masalah akan selesai, yang nyatanya tidak, menguap begitu saja. Tidakkah kami begitu baiknya, sebagai bangsa pemaaf? Bahkan kami lupakan masalah itu.

Selamat Ulang Tahun lagi NKRI!

Negara ini sudah dari sananya beragam, tapi kenapa suka ribut soal perbedaan? Tidakkah masalah lain sudah banyak? Kenapa seolah terbeban untuk menyeragamkan kami? Oh, bukan kau NKRI, cuma oknum2 mu. Apa aku terlalu banyak menuntut? TIDAK! Aku cukup tau diri belum bisa memberimu apa2, termasuk kado ulang tahunmu kali ini, dan sebelum2nya. Tapi coba liat mereka yang sudah berjuang untukmu, mereka yang terbeban membuatmu bangga.

Nanti aku juga akan begitu, suatu hari nanti.

Senin, 16 Agustus 2010

Sekali ini saja, Ma.

Kukipas2 ubun2 mama yang mulai berasap, kurasakan hatinya mulai panas, sesekali ku kecup dan kukatakan "Ma, kulakukan ini bukan tanpa alasan"... hiyak... si Mama melotot kearahku. Aku mengerti Ma. Tapi saat ini tak ada yang lebih arif ketimbang mengikuti kata hati. Ini hanya akan membuatmu panas sebentar saja, Ma. sabarlah seperti aku telah bersabar selama ini. I love you, Mama.

Katanya, Sukses Itu KAYA RAYA!

Si Ahong punya toko bangunan tiga bijik yang satu di Gading, satu lagi di Grogol, satu lagi di Tangerang. Dia doyan jalan2, jadi sekarang dia hobinya bawa jalan2 anak bininya ke HK, Taiwan, Singapore. Kadang2 selingan pergi main judi di Gadjah Mada ato di Ancol. Kebanyakan duit si Ahong. Cerita sukses nomor 1.

Si Neneng kerja di perusahaan oil and Gas terkemuka di Nusantara, jabatannya Supervisor bagian Finance, padahal usianya baru 25. Lumayanlah. Gak sama kayak si Ahong, si Neneng cewek cupu yang duitnya cuma buat dikirim ke emak dikampung. Gak doyan belanja dan gak doyan jalan2. Cerita sukses nomor 2.

Lain lagi si Wati, perempuan usia 25 ini bakal mulai kuliah lagi ambil PhD di salah satu unversitas negeri nomor wahid jurusan teknik nuklir (ngarang waeee). Sekarang nyambi kerja jadi reseacher freelance di sebuah lembaga penelitian bagus, yang katanya proyeknya nilainya puluhan milyar. Dan si Wati doyan banget belanja belanji dan party. Cerita sukses no 3.

Si Dodol, adalah kawan yang sukses di dunia per PNS an, doi kerja di lembaga keuangan negara, dan pendapatan (bukan gaji) nya rata2 puluhan juta sebulan kadang2 malah mencapai ratusan (darimana asalnya yu kira2 sendiri lah). Dan sekarang niat mau kawin istri kedua. Hobinya koleksi mobil, emasnye dimane2. Cerita sukses no 4.

Si Asep lain lagi, punya toko HP enam bijik di Mangga Dua, punya tempat judi di Hayam Wuruk, deket ama petinggi2 Nusantara, termasuk jenderal2 kepolisian. Usahanya sukses besar. Tukang jalan, tukang belanja, sekaligus tukang kawin. Cerita sukses nomor 5.

Si Ce E Ce El I Liiiiii... (Miss - you - know - exactly - who), seorang karyawan swasta di PT. X Joyo Royo, yang setiap hari kerjanya duduk tungguin bosnya yg jam kerjanya ngalah2in security, jabatannyaa aahhh lupa disebut, jabatan santai menurut semua teman kerjanya, Secretary. Dia mulai merasa nyaris mati kebosanan, mengiba pada nasib untuk menerbangkannya keluar dari tempat ini. Padahal dia gak iri dengan kisah sukses si Ahong, Neneng, Wati, Dodol ato si Asep. Kagak sama sekali. Cita2nya sederhana. Kelima kisah sukses diatas tak membuat dia ingin seperti mereka karena bukan itu cita2nya. Sampai sekarang masih takut2 untuk nekat mengundurkan diri dengan alasan KAPITALISME. Sebut saja UANG. Kata Mario Teguh bukan cita2 namanya kalau sederhana, cita2 haruslah far beyond what you are capable of right now, far beyond your reach, and with your self consciousness you work and walk toward your dream.Sukses itu puas melakukan apa yg kita ingin lakukan, dan yg paling penting bagi saya, sukses itu adalah ketika apa yang kita lakukan berdampak positif bagi banyak orang, membahagiakan orang lain. Tapi bagi saya juga, sebaliknya orang yg gak sukses adalah orang yang gak tau syukur, tukang komplen soal hidup, apa2 merasa kurang, terpenjara dan terikat (lagi2) KAPITALISME, jiwanya gak bebas, dan cuma menyenangkan diri sendiri. Saya ingat film INTO THE WILD, pada hari2 akhir hidupnya yang egois ingin menyenangkan diri sendiri yang jiwanya terlalu bebas itu dia menyadari bahwa HAPPINESS ONLY REAL WHEN SHARED.

Jumat, 13 Agustus 2010

Ketika Bapak Menagih Janji

Bapak dan Ibu saya punya kebiasaan enggak aneh, mereka selalu menelpon disaat saat yang tidak tepat bagi yang ditelpon. Yang ditelpon disini adalah saya, saya dan saya, dan mungkin cuma saya yang ditelpon disaat2 yang menurut saya tidak tepat. Apa mungkin menurut mereka saya anak yang paling aneh jadi patut dihubungi dijam2 yang tidak tepat. Semisal, Bapak dan Ibu saya menelepon kalo gak subuh (seolah ngebangunin sholat subuh aja), ya jam kerja. Kalo pada saat jam kerja masih mending, tapi yang bikin panggilan mereka terdengar absurd ketika kalimat pembukanya begini:

si Ibu : "Hai Eciii... lagi ngapain"
Saya : "nggg... menurut mama?" *sambil ngakak "ya kerja dong mahhh..."
Si Ibu : "Ihh kali aja ko bolos. Kok kerja terus sih" (lhhaaa... makin aneh kan? padahal si Ibu teh nelpon jam 10 pagi) *makin kenceng ngakak
Saya : "Mama kesepian yah? ngerjain eci pagi2 gini?"
Dan begitulah kira2 percakapan kami dibuka SETIAP KALI mereka terutama Ibu saya nelpon. *sigh

Atau kalo gak, subuh2 (tolong di samakan persepsi kita, subuh yang saya maksud adalah sebelum pukul 5 pagi dini hari!!), mereka telpon dengan kalimat pembuka yang sama, seringnya sama, sepertinya DEFAULT (ngakakakakkkk...!)
Bapak/Ibu (kadang duet di loud speaker dengan suara ganjen) : "Hai Ecciii... lagi ngapain? kok masih tidur sih? udah jam berapa ini? emang gak ngantor?" *dddhhhiiiaaarrr
Saya: (antara kesal dan kocak) "Mamaaaa... ini jam berapa? ya iyah eci masih tidur. macam baru tau aja dari mess ke kantor cuma 10 menit, dijemput didepan mess juga, dan jam kerja masih 3 jam lagi. Ini bukan Jakarta maaaaa..." *pengen nangis putus asa
Si Ibu: "Hehehehe... oh masih tidur yah?" udah gitu aja.Gubrak!
Panggilan on very early morning itu berawal sejak 2003 awal saya kuliah, dulunya sih saya suka kaget, takutnya ada kabar buruk yang mo disampein dari kampung, ternyata cuma tanya kabar, malah kadang2 cuma mau ngerjain saya. Ckckckck.

Daaannnn, sampai pada suatu malam, ketika dengan steadynya saya tiduran sambil nonton pilem kartun seorang diri didalam kamar mess berukuran 3,5 meter x 5 meter ini, pukul 21:00 si Bapak menelpon. Aaaiihhh tumben, karena kali ini jamnya tepat saya yang malah jadi deg2an.

Si Bapak: "Eci... kok gak pernah nelpon? gak kangen yaa?" *hiyak ketahuan sudah
Saya: "Eci mau telpon pah, tapi mama atau papa yg keseringan telpon tiap hari, jadi ya udah" Sama kayak KALAU orang pacaran saya aja kesel kenapa pacar saya jarang nelpon, saya mulu yang telpon tiap hari, alasan si pacar karena saya yang keseringan nelpon, jadi habis bahan pembicaraan. Hihihi.
Si Bapak: "kerja dari pagi ampe malam, masa gak ada duit buat beli pulsa?" *tuinggg langsung ngerasa malu sendiri
Saya: "ya justru karena dari pagi ampe malam itu pa, gak ada waktu" *terkekeh
Si Bapak: "hhhaaaalllaahhhh... alesan. Jadi kapan kamu resign?" *jjeedddeeeerrrr
Saya :"hhmmmm..." Hening...
Si Bapak: "Kan katanya tahun ini? Katanya mau pulang kampung dan tinggal ama kami? Kapan? Coba tes PNS tahun ini yah? Jangan tunda2, mau sampai kapan kamu sendirian di kampung orang?"
Saya: "Lagi mengumpulkan keberanian nih Pa. Gak berani kalau belum dapat kerjaan baru trus resign gitu aja, soal PNS ntar2 aja deh"
Si Bapak: " Ya udah kita buka toko aja gimana? Emangnya sarjana itu harus kerja kantoran? ntar buka toko dikampung aja gitu? apa kek?"
Saya: "Pabrik kerupuk ya Pa?"
Si Bapak: "Udahlah resign aja dulu pulang kampung..."

Naahhhh.... itu sudah! sampai detik ini saya masih mengumpulkan keberanian, untuk resign meskipun belum dapat pekerjaan baru, padahal belum tentu juga saya pasti bakal pulang ke kampung si Bapak dan si Ibu. Cita2 saya sederhana mau jadi perkerja sosial. Pekerjaan kantoran mungkin gak cocok sama saya. Pekerjaan yang sekarang pun gak akan membawa saya kepada cita-cita saya, kecuali ada teman bos saya sang Presiden Direktur PT. X Joyo Royo yang secara tidak waras naksir saya dan memutuskan menikahi saya, dimana beliau adalah (paling tidak) manager PT. Chechev Total Minyak Angin E&P. Salah satu keberanian yang saya maksud adalah JIKA tabungan saya cukup, jadi rencananya nih, saya nabung dulu kalau belum dapat pekerjaan baru dan tabungan saya cukup, saya resign kabur ke Eropa atau NZ yah sebulan ato 3 minggu kek, dan sepulangnya tabungan saya masih cukup membiayai 6 bulan kehidupan pengangguran saya. Gitu Loh! Dengan asumsi dalam 6 bulan itu saya HARUS dapat pekerjaan baru. Kalau saya cerita rencana saya ini si Bapak ama si Ibu, bisa snewen berat. Yyyaaahhhhhh... :(

Jadi tolong, kalau ada diantara kalian yang punya ide lebih bagus, TOLONG nasihati kepala batu saya yang menggantung dibagian paling atas dari tubuh saya ini! Dan jika ada diantara kalian yang tau ada lowongan pekerjaan yang COCOK sama saya, tolong info. Tolonnngggg :'(

Tapi yang paling penting atas semuanya adalah, doakan saya yaaa...
Dan jangan lupa cuci tangan sebelum makan.

Sudah itu saja.